Header Oyong Hairudin

Dua Opsi Partai Kebangkitan Nusantara di Pilpres 2024

Oyong Hairudin, S.Kom.

Sampai saat ini, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) belum menentukan arah dukungan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia yang bakal digelar serentak dengan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

Ketua Majelis Agung PKN, Gede Pasek Suardika, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya baru saja menggelar rapat bersama Pimpinan Daerah (Pimda) dan Organisasi Sayap. Hasilnya, ada dua opsi yang akan dilakukan oleh partai yang berdiri pada 28 Oktober 2021 ini dalam menyongsong Pilpres nanti.

“Paling tidak, yang berkembang di dalam rapat, mengerucut kepada dua opsi yang akan dimatangkan. Opsi pertama yakni Pimpinan Nasional diberikan kewenangan untuk memilih diantara tiga pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang telah resmi mendaftar ke KPU, berdasarkan yang paling dekat dengan visi, misi, program, dan perjuangan politik PKN.” kata Gede Pasek Suardika, seperti dikutip dari Tribun Bali, pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2023.

Kemudian, opsi kedua adalah PKN fokus pada Pileg 2024 di Pileg putaran pertama dan baru memberikan dukungan pada putaran kedua. “Opsi kedua, Pimnas bisa mengambil posisi fokus pada Pileg di putaran Pertama Pilpres, dan kemudian masuk sebagai pendukung di Pilpres putaran kedua.” tuturnya.

Pasalnya, dua opsi atau opsi alternatif lainnya akan dibahas lebih lanjut olehnya melalui Rapat Majelis Agung. Rapat itu bakal digelar usai PKN merayakan hari jadinya yang kedua, pada 28 Oktober 2023 mendatang. “Setelah acara HUT baru kita cari waktu yang tepat. Kita fokus rayakan ulang tahun partai dulu yang kedua.” terang Gede Pasek Suardika.

Gede Pasek Suardika mengaku tidak ingin terburu-buru dalam menentukan pilihan. Sebab, PKN sebagai partai baru, belum berhak untuk mengusung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. PKN, kata dia, hanya memberikan dukungan kepada salah satu poros. Ditambah lagi kini hanya terlihat sosok figur semata, belum merujuk kepada kontestasi program.

“Sebagai partai baru yang belum diberikan hak mengusung dan hanya mendukung maka PKN tidak mau terlalu terburu buru menentukan pilihan. Apalagi saat ini baru yang terlihat kontestasi figur, dan belum terlihat kontestasi program.” pungkas Gede Pasek Suardika. (*)

Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn

2 Tanggapan

    1. Kalau sampai malam ini, belum Ado info resmi dari PIMNAS tentang kemano arah di Pilpres.

      Sekarang ini, yang penting iyolah terus sosialisasi, ketemu masyarakat, sampaikan ide dan gagasan, untuk Samo Samo lemak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *